Skip to main content

Honorer K2 Selayar Korbannya Para “Siluman”

Sejak dikeluarkannya pengumuman Tenaga Honorer K2 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar  tanggal  11 Mei 2012 lalu oleh BKD dengan Pengumuman bernomor : 800/050/V/2012/BKD tanggal 11 Mei 2012 tentang Daftar Nominatif Tenaga Honorer Kategori II Lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang ditandatangi oleh Bupati Kepulauan Selayar dengan lampiran berupa daftar yang ditandatangi bersama oleh Kepala Inspektorat dan Bupati memuat nama, tempat/tanggal lahir, alamat, pendidikan awal, jabatan/tugas, unit kerja, nama pejabat yang mengangkat dan jabatannya, tanggal penetapan dan tanggal mulai terhitung (TMT) SK pengangkatan menjadi tenaga honorer, maka berbagai komentarpun mewarnai isi pengumuman itu.

Reaksi keras muncul dari kalangan tenaga honorer yang telah mengabdi sejak tahun 2005 bahkan sebelumnya dan telah terdaftar dalam database pembiayaan lainnya pada tahun         2005 dinyatakan tidak lolos dalam pengumuman tersebut, sementara yang dinyatakan lolos adalah orang-orang yang baru saja mengabdi bahkan tidak pernah sama sekali kelihatan mengabdi sebagai tenaga honorer. Enam orang tenaga honorer dari 62(enam puluh dua) tenaga honorer yang termasuk dalam SK Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar    Nomor : 800/002/V/BKD/ 2010 tanggal 04 Mei 2010 dan seharusnya lolos tapi tidak diloloskan, masing-masing Irwana (SMPN 1 Benteng), Hendrawanto Idris, Muhammad Jupri dan Muhammad Ruslan (Dinas Perhubungan), Ervinayanti dan Muhammad Ali (SMKN Bontomanai) akhirnya memutuskan untuk mengadukan nasibnya langsung ke Menpan & RB dan BKN. Langkah ini diambil setelah mengadukan nasib mereka ke Komisi A DPRD Kepulauan Selayar tanpa hasil yang memuaskan.

Setelah 3(tiga) kali Komisi A DPRD rapat kerja dengan Sekda dan BKD sebagaimana diberitakan Harian Cakrawala Makassar dengan judul “Dewan Panggil Sekda Terkait Dugaan Honorer Siluman” pada tanggal 12 Mei 2012 dan “Puluhan Tenaga Honorer Pertanyakan Nasib” pada tanggal 16 Mei 2012, nasib keenam tenaga honorer tersebut menemui jalan buntu karena BKD dan Inspektorat sama sekali tak memiliki niat baik untuk berupaya mengakomodir mereka.
Kesadaran untuk meluruskan permasalahan justru datang dari Wakil Bupati Kepulauan Selayar yang berusaha mengumpulkan para Pejabat yang menandatangani SK Honorer Tahun 2005 melalui undangan resmi bernomor 005/738/V/2012/BKD tanggal 24 Mei 2012 untuk melakukan klarifikasi penerimaan Honorer K2 Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar pada hari Jumat tanggal 25 Mei 2012 di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar. Inti pembicaraan yang disampaikan oleh Wakil Bupati adalah adanya tenaga honorer yang seharusnya lolos tidak diloloskan dan meminta kepada para Pejabat yang menandatangani SK Honorer Tahun 2005 yang diduga “Siluman” untuk membuat pernyataan bahwa SK Honorer yang ditandatangani adalah benar dan bukan rekayasa. Sayangnya, realisasi dari keinginan Wakil Bupati itu ternyata tidak terwujud sampai tulisan ini dibuat, dan hasil pantauan sementara bahwa para Pejabat yang menandatangani SK Honorer Tahun 2005 pada umumnya tidak bersedia membuat pernyataan tertulis tersebut. Ini artinya para Pejabat tersebut merasa ragu dengan keputusan yang ditandatangani dan telah dijadikan dasar untuk meloloskan para Tenaga Honorer K2 dalam pendataan.

Ketidak-lolosan keenam tenaga honorer yang seharusnya lolos ini membuat mereka berupaya mengetahui semua tenaga honorer yang mereka anggap tidak pernah mengabdi sebagai tenaga honorer atau belum mengabdi pada tahun 2005 alias “SILUMAN”. Hasilnya ternyata ditemukan 9(sembilan) orang isteri/suami Pejabat/Mantan Pejabat/PNS dan 6(enam) orang kroni Ring Satu “Penguasa”.
Dengan contoh sembilan orang isteri/suami Pejabat/Mantan Pejabat/PNS dan enam orang kroni ring satu Penguasa tersebut merupakan bukti nyata adanya dugaan lolosnya para tenaga honorer “SILUMAN” dalam pendataan Tenaga Honorer K2 Kabupaten Kepulauan Selayar. Bahkan apabila diteliti lebih mendalam oleh Tim Verifikasi dan Validasi Tingkat Nasional yang terdiri dari Kemenpan RB, BKN dan BPKP, maka akan ditemukan jumlah “SILUMAN” yang jauh lebih banyak dari tenaga honorer yang benar-benar melaksanakan tugas secara nyata sebagai tenaga honorer sejak tahun 2005. Kenyataan ini semakin menjelaskan bahwa para tenaga honorer yang seharusnya lolos menjadi tidak lolos merupakan korban dari ambisi Penguasa bersama para kroninya untuk meloloskan para “SILUMAN” yang setiap hari “gentayangan” diseputar lingkaran kekuasaan.

Semoga langkah para tenaga honorer yang didzolimi mengadukan nasib mereka langsung ke Menpan dan BKN dengan pengawalan dari Anggota Komisi A DPRD Kepulauan Selayar yang merasa peduli dengan rakyat yang diwakilinya membuahkan hasil yang diharapkan, sekaligus mampu mengusir dan mengembalikan para “SILUMAN” yang  gentayangan menggoda Penguasa bersama kroninya kembali menuju alamnya.
Contributed by Muh Arsad

Comments

Popular posts from this blog

Pemilihan Kades Di Selayar Hari Ini

Bontosikuyu Selayar - Pemilihan Kepala Desa di berbagai Desa di Kabupaten Kepulauan Selayar hari ini 18 Juni 2013 digelar. Hanya ada beberapa Desa yang belum menyelenggarakannya. Termasuk Desa Laiyolo Baru nanti bulan Desember mendatang.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun dari Kecamatan Bontosikuyu, Untuk Desa Harapan, Pariangan yang merupakan kota di kecamatan bontosikuyu, Berhasil memenangkan kembali Kepala Desa yang lama, dengan mengalahkan 4 kandidat lain. Perolehan suara melebihi 1/2 suara dari total 1400 wajib pilih. Suatu kemenangan yang sangat bombastis.

Untuk Desa Patikarya (Tile-Tile, Lembangia, Bt Matene), Kepala Desa Lama sudah tidak terpilih lagi. Digantikan oleh Kandidat lain, sebut saja Dg. Tulla. Kandidat terpilih ini berhasil unggul tipis dari urutan kedua Ansar, dengan selisih hanya 5 suara. Untuk Desa Pattilereng yang tepilih adalah Sulu.


Untuk Desa Lantibongan, Kandidat terplih atas nama Baso Daeng. Desa Laiyolo dimenangkan kembali oleh Kepala Desa Lama yaitu…

Pemilu Legislatif 9 April 2014

Bontosikuyu, Kab. Kepulauan Selayar. Hari Rabu 9 April 2014, semua warga di Indonesia melakukan pesta demokrasi untuk memilih anggota legislatif mulai dari DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota.

Khususnya di TPS 02 Pangkaje'ne Desa Laiyolo Baru sendiri Pesa demokrasi ini berjalan lancar. Acara yang dibuka pada jam 7 pagi oleh Nur Adil (Ketua KPPS) yang dihadiri sejumlah anggota KPPS, saksi Parpol dan warga yang saat itu sudah hadir untuk memberikan suara.


Sesaat setelah dibuka, kini giliran kotak suara yang berjumlah 4 peti suara, yakni DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota. Disaksikan oleh semua saksi dan warga yang sempat hadir pada waktu itu. (Terlihat digambar Irmawati, Nur Adil, Nur Lukita Ningsih).



Setelah surat suara disusun rapi di meja KPPS,, terlihat di gambar Peti/Kotak Suara tersusun rapi kembali mulai dari DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota, untuk kemudian digunakan kembali sebagai tempat penyimpanan setelah pemilih mencoblos, Dalam hal ini di …